Komisi XIII DPR menyoroti kinerja Badan Komunikasi Pemerintah atau Bakom. Sorotan tersebut muncul dalam rapat kerja bersama Kementerian Sekretariat Negara di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 31 Agustus 2026.
Wakil Ketua Komisi XIII DPR Sugiat Santoso meminta kinerja Bakom memiliki ukuran yang jelas. Menurutnya, anggaran yang besar harus diikuti hasil komunikasi publik yang dapat diukur.
Sugiat juga mengaitkan kinerja Bakom dengan tingkat kepuasan masyarakat terhadap pemerintah. Ia menilai komunikasi pemerintah perlu diperkuat agar berbagai capaian dapat dipahami publik secara lebih baik.
Opini Publik Jadi Sorotan
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah perbedaan antara capaian pemerintah dan persepsi masyarakat. Sugiat menyebut sejumlah survei menunjukkan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih berada di bawah 50 persen.
Menurut Sugiat, kondisi tersebut perlu menjadi bahan evaluasi. Ia menilai sejumlah indikator ekonomi yang disebutnya positif belum sepenuhnya tercermin dalam opini publik.
Karena itu, Komisi XIII DPR meminta Bakom memperbaiki cara pemerintah menyampaikan informasi kepada masyarakat. Pesan pemerintah dinilai perlu disampaikan dengan lebih jelas, sistematis, dan mudah dipahami.
Anggaran Bakom 2027 Jadi Perhatian
Selain masalah komunikasi, anggaran Bakom Pemerintah untuk 2027 turut menjadi pembahasan. Sugiat menyinggung rencana anggaran sekitar Rp1,9 triliun.
Menurutnya, peningkatan anggaran harus memiliki target yang dapat dievaluasi. Dengan demikian, masyarakat dan DPR dapat melihat apakah penggunaan anggaran tersebut memberikan hasil sesuai tujuan.
Sugiat juga meminta agar anggaran besar tersebut diikuti indikator kinerja. Tingkat penerimaan publik dapat menjadi salah satu bahan evaluasi, meskipun penilaian tetap perlu melihat indikator lain secara menyeluruh.
DPR Minta Komunikasi Pemerintah Lebih Efektif
Komunikasi pemerintah memiliki peran penting dalam menyampaikan kebijakan dan program kepada masyarakat. Informasi yang jelas dapat membantu publik memahami tujuan serta hasil dari sebuah program.
Namun, komunikasi publik tidak hanya berkaitan dengan jumlah informasi yang disampaikan. Cara penyampaian juga menjadi bagian penting.
Masyarakat membutuhkan informasi yang mudah dipahami dan didukung data. Oleh sebab itu, Bakom perlu memastikan pesan pemerintah dapat diterima oleh berbagai kelompok masyarakat.
Dengan komunikasi yang lebih efektif, pemerintah dapat menjelaskan kebijakan secara lebih terbuka. Publik juga memiliki kesempatan untuk memahami capaian dan tantangan pemerintah.
Wamensesneg Beri Tanggapan
Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto turut menanggapi catatan mengenai Bakom. Ia menyatakan bahwa peningkatan anggaran perlu berjalan seimbang dengan peningkatan kinerja.
Menurut Bambang, hasil survei yang saat ini belum sesuai harapan dapat menjadi salah satu pekerjaan yang perlu diperbaiki pada 2027. Dengan begitu, penggunaan anggaran Bakom dapat diarahkan untuk meningkatkan kualitas komunikasi pemerintah.
Tanggapan tersebut menunjukkan bahwa evaluasi tidak hanya menjadi perhatian DPR. Pemerintah juga melihat pentingnya peningkatan kinerja komunikasi publik.
Qodari Tanggapi Kritik DPR
Kepala Bakom Pemerintah Muhammad Qodari kemudian memberikan tanggapan atas kritik tersebut. Ia menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan masukan yang diberikan Sugiat.
Qodari menyatakan kritik tersebut akan menjadi penyemangat bagi tim Bakom. Ia juga mengakui perlunya komunikasi pemerintah yang lebih proaktif dan sistematis.
Menurut Qodari, berbagai program pemerintah telah berjalan. Karena itu, Bakom akan berupaya menyampaikan capaian tersebut kepada masyarakat secara lebih aktif.
Tantangan Bakom dalam Menyampaikan Informasi
Tantangan komunikasi pemerintah cukup besar karena masyarakat mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Media sosial menjadi salah satu ruang utama bagi masyarakat untuk mencari dan membagikan informasi.
Kondisi tersebut membuat pemerintah perlu bergerak cepat. Informasi yang terlambat dapat membuat ruang publik lebih dulu dipenuhi berbagai penafsiran.
Selain cepat, informasi juga harus akurat. Data yang digunakan perlu dapat dipertanggungjawabkan agar masyarakat memiliki dasar yang kuat ketika menilai kebijakan pemerintah.
Karena itu, tugas Bakom bukan hanya menyampaikan program. Bakom juga perlu memastikan pesan pemerintah dapat diterima secara tepat oleh masyarakat.
Baca Juga : Politik dan Kebijakan Terkini
Indikator Kinerja Perlu Jelas
Kritik Komisi XIII DPR juga menunjukkan pentingnya indikator kinerja bagi lembaga komunikasi pemerintah. Anggaran yang besar membutuhkan target yang dapat dipantau secara berkala.
Indikator tersebut dapat membantu pemerintah melihat efektivitas program komunikasi. Evaluasi juga dapat dilakukan berdasarkan perubahan pemahaman dan penerimaan masyarakat.
Namun, opini publik bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Kinerja Bakom juga perlu dinilai dari kualitas informasi, kecepatan respons, akurasi data, serta kemampuan menjelaskan kebijakan secara objektif.
Dengan indikator yang beragam, evaluasi dapat dilakukan secara lebih menyeluruh.
Bakom Didorong Lebih Proaktif
Masukan dari DPR memberikan dorongan agar Bakom Pemerintah meningkatkan strategi komunikasi. Pemerintah perlu menjelaskan program dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami.
Selain itu, komunikasi dapat dilakukan secara lebih rutin. Informasi mengenai capaian pemerintah perlu disampaikan berdasarkan data yang jelas.
Pendekatan tersebut dapat membantu mengurangi jarak antara kebijakan pemerintah dan pemahaman masyarakat. Publik juga dapat memperoleh informasi langsung mengenai program yang sedang berjalan.
Komisi XIII DPR menyoroti kinerja Bakom Pemerintah dalam rapat kerja bersama Kementerian Sekretariat Negara. Sorotan utama berkaitan dengan efektivitas komunikasi publik dan rencana anggaran Bakom pada 2027.
Sugiat Santoso meminta peningkatan anggaran diikuti target serta indikator kinerja yang terukur. Ia juga menyoroti adanya perbedaan antara sejumlah capaian pemerintah dan tingkat kepuasan publik.
Sementara itu, Bakom Pemerintah melalui Muhammad Qodari menerima masukan tersebut dan berkomitmen meningkatkan komunikasi secara lebih proaktif serta sistematis.
Ke depan, kualitas komunikasi pemerintah akan menjadi salah satu perhatian penting. Penyampaian informasi yang cepat, akurat, dan mudah dipahami dapat membantu masyarakat memahami berbagai kebijakan serta program pemerintah.